DULU BENCI SEKARANG SUKA
Di sebuah kota yang damai, tinggallah seorang gadis berumur 10 tahun, namanya Ifi. Ia bersekolah di sekolah dasar yang tidak jauh dari desanya. Di sekolah, ia disukai banyak teman, ia tidak terlalu cantik, tapi ia ramah dan baik kepada teman-temannya.
Suatu hari Ifi berangkat ke sekolah, dengan sepeda kesayangannya, ia mngayuhnya dengan penuh semangat. sesampainya di sekolah ia sudah di hadang oleh teman sebangkunya.
"Ifi ....., letakkan sepedamu dan buruan masuk!", perintah Nisa yang sedang berdiri di depan pintu.
"Sudah bel ya?", tanya Ifi.
"Sudah jangan banyak bicara ayo cepetan masuk!", teriak Nisa kesal.
Ifi dan Nisa lari ke kelas menuju bangku mereka. Ifi segera duduk melepaskan tas yang ia gendong dari punggungnya.
"kenapasudah di bel,padahal waktu belum menunjuk pukul 07.00", tanya Ifi.
"Aku juga tidak tahu, kami di perintahkan masuk kelas lebih awal", jawab Nisa.
Ibu guru muncul di balik pintu dan menyapa murid-muridnya.
"Selamat pagi anak-anak", sapa ibu guru.
"Pagi, bu", jawab para murid.
"Pasti kalian bertanya-tanya (kenapa sudah di bel) iya kan?",Ibu guru menebak.
"Sebenarnya ada apa,bu?", tanya Ifi.
Iya ada apa,bu?", sahut murid-murid lainnya.
"Hari ini ibu akan mengatur posisi tempat duduk kalian, dan merubahnya jadi cowok dan cewek", jawab Ibuguru.
"Ha...cewk cowok", para murid terkejut.
"Kenapa harus begitu, bu?",tanya Nisa.
"Ini nanti juga berguna untuk kalian", jawab Ibu guru.
"Nah sekarang Ibu akan mengaturnya.",sahut ibu guru.
Setelah Ibu guru mengatur tempat duduk para muridnya, Ibu guru keluar kelas untuk memberi kesempatan para muridnya memindahkan tas mereka ke bangku yang sudah di atur. Ifi duduk dengan Abi (siswa yang selalu mengusilinya).
Setiap saat,Abi menggoda Ifi, dan itu membuat Ifi kesal padanya.Abi tahu jika Ifi kesal padanya, namun Ia justru berulah lagi dan ingin membuat Ifi tertawa, dan itu berhasil.
Di pagi hari, saat para murid belum banyak yang datang, Abi ingin bertanya kepada kepada Nisa, Ia mendekati bangku Nisa dan duduk di sebelahnya.
"Nis, Nis..kapan hari ulang tahun Ifi?",tanya Abi dengan ragu.
"Besuk."jawab Nisa dengan santainya.
"Ha...besuk?", kata Abi terkejut.
"Hei, kau ini kenapa, tanya hari ulang tahun Ifi segala, buat apa sich?", tanya Nisa dengan curiga.
"Aku ingin memberinya hadiah ulang tahun..", jawab Abi dengan sedikit malu.
"Apa kau suka padanya?", tanya Nisa dengan muka meledek.
"Kalau iya kenapa? Oh iya, nanti temenin aku beli hadiahnya ya!",pinta Abi.
"Oke, siap deh.", jawab Nisa.
"Ya udah nanti sore aku ke rumahmu, ya!", sahut Abi.
"Sip..!",jawab Nisa.
Matahari mulai tergelincir di ufuk barat, Abi bergegas menuju rumah Nisa.
"Nisa, Nisa...... ayo pergi!,"teriak Abi .
"Hey, iya iya sebentar,"jawab Nisa.
Abi dan Nisa pergi menuju toko boneka, mereka memilih boneka dan beberapa aksesoris lainnya yang cocok untuk Ifi.
"Jika aku jadi Ifi, aku akan sangat senang!"
"Apa benar begitu? Besuk Ifi pasti bakal senang juga donk?"
"Ya betul, Ia pasti senang sekali, karena ia belum pernah diberi kado oleh seorang cowok."
Sabtu pagi, Ifi berangkat sekolah dengan sangat bersemangat, ini berbeda dengan biasanya karena hari ini ia berulang tahun.
Sesampainya di kelas, Ia di sambut oleh teman-temannya dengan muka berseri-seri terkecuali Abi.Ia agak gugup saat Ifi muncul di balik pintu, dengan segera ia menarik tangan Ifi dan segera duduk di bangku mereka. Ifi sedikit bingung dengan tingkah teman-temannya.
Lalu Ifi bertanya,"Kalian kenapa sich kok aneh banget?"
"Kami? aneh? Jawab Abi.
"Aneh gimana?",sahut Nisa.
"Ya aneh gitu, kalian gax seperti biaanya,"jawab Ifi.
Dengan tiba-tiba, dan tanpa alasan, Nisa mengajak Ifi untuk keluar kelas. ifi pun semakin kebingungan.
"Inikan hari ultahku, tapi kenapa semua temanku membuatku bingung?"' katanya dalam hati.
Sementara Nisa dan Ifi di luar kelas, Abi sangat sibuk memasukkan kado ke tas Ifi. Seelah selesai, Abi memberi tanda pada Nisa agar segera mengajak Ifi masuk kelas. Ifi segera duduk di bangkunya dan masih merasa bingung dan di sampingnya Abi duduk dengan gugup.
"Kamu kenapa?", tanya Ifi pada Abi.(memegang pundak Abi)
"Sekarang buka tasmu Ifi!", teriak Nisa.
Dengan segera semua teman mengerumuni Ifi dan Abi yang tengah duduk bersebelahan.
Karena terlalu bingung dan penasaran Ifi langsung membuka tasnya, ternyata di dalamnya terdapat sebuah bungkusan berwarna pink, tidak besar sich tapi terlihat cantik.
"Kau yang memberikannya?", tanya Ifi pada Abi.
Abi mengangguk dengan malu.
"Terimakasih.", kata Ifi dengan lembut.
"Selamat ulang tahun, Ifi", kata Abi dan menyodorkan tangannya untuk memberi selamat.
Teman-teman yang lain pun juga ikut memberi selamat kepada Ifi. Dan aifi sangat senang bahkan terharu. Karena selama ini belum pernah ada cowok yang memberinya kado.
Setelah pelajaran usai, para murid berhamburan keluar kelas, mereka ingin segera pulang ke rumah mereka masing-masing, terkecuali Nisa, Ia menarik tangan Ifi ke sudut sekolah, rupanya ia juga ounya sesuatu untuk Ifi. Hari itu Ifi mendapatkan dua kado dari sahabat-sahabatnya. Ternyata kejutan untuk Ifi belum habis, ia diberi kejutan oleh keluarga kecilnya.Saat itu Ifi benar-benar bahagia. Bahkan ia sampai berjanji pada dirinya kalau ia tak akan melupakan peristiwa yang mengesankan ini.
Dan sejak itu Ifi menyimpan rasa pada Abi. Entah apa yang Ia rasakan.Tapi rasa itu selalu muncul saat ia di dekat Abi. Ia selalu bertanya pada dirinya," apakah Abi juga merasakan hal yang sama sepertiku?".
Hari-demi hari berlalu begitu cepat, dan akan tiba saatnya Ifi dan teman-temannya berjuang menempuh UASBN yang akan datang.
Suatu hari Ibu guru memberitahu kami, jika beuk ada ujian praktik ketrampilan. Satu kelas dibagi atas sembilan kelompok, satu kelompok ada empat anak. Ternyata setelah dibagi, anggota kelompok Ifi cowok semua.Hari itu begitu menyenangkan bagi Ifi,karena ia bisa menyelesaikan karyanya. Tetapi ada seorang siswa yang tidak masuk karena sakit, padahal karyanya harus dikumpulkan di hari itu juga.
Dengan senang hati ia menyelesaikan karya temannya. Melihat hal itu, Abi juga ikut membantu Ifi,sehingga mereka menyelesaikannya bersama.
Sekarang tiba saatnya Ifi dan teman-temannya melaksanakan UASBN yang akan menentukan nilai kelulusan mereka.Tiga hari telah berlalu, Ifi merasa lega karena sudah menyelesaikan ujiannya dengan baik, selain itu Ifi juga merasa takut dan penasaran dengan hasil nilainya.
Saat yang ditunggu-tunggu telah tiba, hasil UASBN akan dibacakan pukul 10.00 WIB. Mereka semua semua gugup dan penasaran.Setelah tahu hasilnya ternyata nilai Abi tidak sama bagusnya dengan nilai Ifi. Abi teru menerus berkata kepada Ifi,"Kita gax akan ketemu lagi".
"Kita bisa kok ketemu lagi",jawab Ifi menenangkan Abi.
Setelah itu Abi dan Ifi tidak satu sekolah lagi. Ifi diterima di SMP favoritnya. Ia senang dengan sekolah barunya, namun Ia juga sedih karena Abi tidak lagi satu bangku bahkan satu sekolah dengannya.
Kenapa aku jadi memikirkan Abi. Dulu kan aku sangat membencinya, karena ia sangat menyebalkan. Tapi kenapa sekarang aku jadi menyukainya.
"Udahlah, sekarang aku harus lebih giat belajar, agar bisa mengikuti pembelajaran dengan mudah",katanya dalam hati.
Ifi berharap bisa bertemu lagi dengan Abi dan duduk sebangku dengannya, entah kapan dan dimana itu akan terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar